Rabu, 20 Mei 2015

Menghabiskan Akhir Pekan Di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Batam adalah salah satu dari 3,000 pulau, yang membentuk Kepulauan Riau dan paling dekat dengan Singapura, yang hanya 20 km jauhnya atau tiga puluh menit dengan feri.  Memiliki populasi yang cepat tumbuh dari sekitar ribuan penduduk sekarang telah menjadi sekitar 1 juta penduduk. Sebagai pulau yang berkembang menjadi kawasan industri dan wisata utama, Batam menarik penduduk yang terus meningkat dari pulau-pulau Indonesia lainnya. Setelah hampir tak berpenghuni, hanya dihuni masyarakat nelayan tersebar disekitar pulau, sejarah Batam berbelok tajam mulai tahun 1969, ketika menjadi basis dukungan bagi perusahaan minyak milik Pertamina dan eksplorasi minyak lepas pantai.
Banyak orang akan merasa skeptis ketika mereka pertama kali tiba di pulau Batam. Ini adalah sebuah pulau yang sangat kecil (sekitar 70% luas kota Singapore), apa yang bisa kita lakukan di sini? Apakah mereka (pulau Batam)  memiliki daya tarik apapun? Apakah mereka memiliki makanan yang baik untuk dicoba? Nah, untungnya, pulau ini benar memiliki!
Salah satunya adalah Pantai Nongsa. Pantai Nongsa, sebuah pantai berpasir putih dan air jernih terletak di timur laut kota  Batam. Nama  Nongsa  diambil dari nama tokoh Melayu yang pertama kali mengembangkan wilayah pesisir ini. Kampung  Nongsa ini lebih dikenal sebagai Kampung  Tua Nongsa oleh masyarakat setempat. Untuk mencapai pantai Nongsa ini, wisatawan dapat menggunakan jasa taksi. Nah, sekitar 40 menit dari pusat kota Batam dan 20 menit dari bandara kebanggaan kota Batam, yaitu Bandara Hang Nadim. Dan ada satu keuntungan dari  Pantai Nongsa ini, yang dekat dengan dermaga. Para wisatawan dari Singapura bisa mencapai pantai dengan menggunakan feri dari Tanah Merah (Singapore) dan berlabuh di Nongsa Ferry Terminal. Pantai Nongsa  merupakan daya tarik tujuan wisata bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang ke sana hanya untuk menikmati liburan atau untuk menikmati keindahan alamnya. Para wisatawan bisa melihat pemandangan matahari terbenam di Pantai Nongsa ini. Dan pada malam hari, Anda akan disajikan dengan pemandangan lampu-lampu gemerlap gedung pencakar langit bangunan yang terpancar dari negara tetangga, Singapura.

Selain Pantai Nongsa, tempat wisata lainnya adalah Jembatan Barelang. Jembatan Barelang (singkatan dari BAtam, REmpang, dan gaLANG) adalah nama jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Masyarakat setempat menyebutnya "Jembatan Barelang", namun ada juga yang menyebutnya "Jembatan Habibie", karena dia yang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga pulau itu sekarang termasuk Provinsi Kepulauan Riau. Jembatan Barelang telah menjadi ikon Kota Batam, bahkan telah populer sebagai landmark-nya Pulau Batam. Apabila Kota Jakarta identik dengan Monas maka orang akan mengidentikan Kota Batam dengan Jembatan Barelang (Barelang Bridge). Nama Jembatan Barelang yang di berikan oleh masyarakat setempat ternyata lebih popular ketimbang nama aslinya yaitu Jembatan Fisabilillah. Nama “Barelang” oleh masyarakat diambil dari nama-nama pulau yang dihubungkan oleh jembatan tersebut; Batam, Rempang, dan Galang. Jembatan Barelang memiliki nama lain, Jembatan Habibie atau Jembatan satu. Jembatan Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri. Dibangun untuk memperluas wilayah kerja Otorita Batam (OB) sebagai regulator daerah industri Pulau Batam. Pembangun jembatan Trans Barelang telah menyedot anggaran Otorita Batam (OB) sebesar Rp 400 Miliar yang dibangun dalam masa enam tahun (1992 – 1998). Enam buah jembatan megah ini merupakan proyek vital sebagai penghubung jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer. Dari atas jembatan ini kita bisa melihat pesona alam yang luar biasa indahnya. Lautan yang biru dan pulau-pulau yang hijau cukup menyejukkan mata.

Selain wisata alam, Batam juga terkenal sebagai surga belanja. Salah satunya adalah Lucky Plaza. Lokasi Lucky Plaza terletak di Nagoya Lama yang merupakan pusat perbelanjaan dimana hampir semua produk yang ditawarkan adalah ritel seluler telepon/ ponsel dan merupakan tempat  penjualan handphone terbesar di Batam. Produk yang ditawarkan dalam produk terbaru dan bekas pakai. Dengan harga yang kompetitif yang ditawarkan, di Lucky Plaza selalu ramai. Menuju pusat perbelanjaan Lucky Plaza yang terletak di Nagoya, dapat dicapai dengan berjalan kaki jika tinggal di sekitar Nagoya, dan menggunakan transportasi umum sekitar 10 menit dari Pelabuhan Harbour Bay, 15 menit dari Pelabuhan Batam Center, dan 45 menit dari Bandara Hang Nadim .