Menghabiskan Akhir Pekan Di Kota
Batam, Kepulauan Riau.
Batam adalah salah satu dari 3,000
pulau, yang membentuk Kepulauan Riau dan paling dekat dengan Singapura, yang
hanya 20 km jauhnya atau tiga puluh menit dengan feri. Memiliki populasi
yang cepat tumbuh dari sekitar ribuan penduduk sekarang telah menjadi sekitar 1
juta penduduk. Sebagai pulau yang berkembang menjadi kawasan industri dan
wisata utama, Batam menarik penduduk yang terus meningkat dari pulau-pulau
Indonesia lainnya. Setelah hampir tak berpenghuni, hanya dihuni masyarakat
nelayan tersebar disekitar pulau, sejarah Batam berbelok tajam mulai tahun
1969, ketika menjadi basis dukungan bagi perusahaan minyak milik Pertamina dan
eksplorasi minyak lepas pantai.
Banyak orang akan merasa skeptis
ketika mereka pertama kali tiba di pulau Batam. Ini adalah sebuah pulau yang
sangat kecil (sekitar 70% luas kota Singapore), apa yang bisa kita lakukan di
sini? Apakah mereka (pulau Batam) memiliki daya tarik apapun? Apakah
mereka memiliki makanan yang baik untuk dicoba? Nah, untungnya, pulau ini benar
memiliki!
Salah satunya adalah Pantai Nongsa.
Pantai Nongsa, sebuah pantai berpasir putih dan air jernih terletak di timur
laut kota Batam. Nama Nongsa diambil dari nama tokoh Melayu
yang pertama kali mengembangkan wilayah pesisir ini. Kampung Nongsa ini
lebih dikenal sebagai Kampung Tua Nongsa oleh masyarakat setempat. Untuk
mencapai pantai Nongsa ini, wisatawan dapat menggunakan jasa taksi. Nah,
sekitar 40 menit dari pusat kota Batam dan 20 menit dari bandara kebanggaan
kota Batam, yaitu Bandara Hang Nadim. Dan ada satu keuntungan dari Pantai
Nongsa ini, yang dekat dengan dermaga. Para wisatawan dari Singapura bisa
mencapai pantai dengan menggunakan feri dari Tanah Merah (Singapore) dan
berlabuh di Nongsa Ferry Terminal. Pantai Nongsa merupakan daya tarik
tujuan wisata bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang ke sana
hanya untuk menikmati liburan atau untuk menikmati keindahan alamnya. Para
wisatawan bisa melihat pemandangan matahari terbenam di Pantai Nongsa ini. Dan
pada malam hari, Anda akan disajikan dengan pemandangan lampu-lampu gemerlap
gedung pencakar langit bangunan yang terpancar dari negara tetangga, Singapura.
Selain Pantai Nongsa, tempat wisata
lainnya adalah Jembatan Barelang. Jembatan
Barelang (singkatan dari BAtam,
REmpang, dan gaLANG) adalah nama jembatan yang
menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau
Galang Baru.
Masyarakat setempat menyebutnya "Jembatan Barelang", namun ada juga
yang menyebutnya "Jembatan Habibie", karena dia yang memprakarsai
pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang
dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga pulau itu sekarang termasuk
Provinsi Kepulauan Riau. Jembatan Barelang telah menjadi ikon
Kota Batam, bahkan telah populer sebagai landmark-nya Pulau Batam. Apabila Kota
Jakarta identik dengan Monas maka orang akan mengidentikan Kota Batam dengan
Jembatan Barelang (Barelang Bridge). Nama Jembatan Barelang yang di berikan
oleh masyarakat setempat ternyata lebih popular ketimbang nama aslinya yaitu
Jembatan Fisabilillah. Nama “Barelang” oleh masyarakat diambil dari nama-nama
pulau yang dihubungkan oleh jembatan tersebut; Batam, Rempang, dan Galang.
Jembatan Barelang memiliki nama lain, Jembatan Habibie atau Jembatan satu. Jembatan
Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan
insinyur Indonesia tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri. Dibangun
untuk memperluas wilayah kerja Otorita Batam (OB) sebagai regulator daerah
industri Pulau Batam. Pembangun jembatan Trans Barelang telah menyedot anggaran
Otorita Batam (OB) sebesar Rp 400 Miliar yang dibangun dalam masa enam tahun
(1992 – 1998). Enam buah jembatan megah ini merupakan proyek vital sebagai
penghubung jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer. Dari
atas jembatan ini kita bisa melihat pesona alam yang luar biasa indahnya.
Lautan yang biru dan pulau-pulau yang hijau cukup menyejukkan mata.
Selain wisata alam, Batam juga
terkenal sebagai surga belanja. Salah satunya adalah Lucky Plaza. Lokasi Lucky
Plaza terletak di Nagoya Lama yang merupakan pusat perbelanjaan dimana hampir
semua produk yang ditawarkan adalah ritel seluler telepon/ ponsel dan merupakan
tempat penjualan handphone terbesar di Batam. Produk yang ditawarkan
dalam produk terbaru dan bekas pakai. Dengan harga yang kompetitif yang
ditawarkan, di Lucky Plaza selalu ramai. Menuju pusat perbelanjaan Lucky Plaza
yang terletak di Nagoya, dapat dicapai dengan berjalan kaki jika tinggal di
sekitar Nagoya, dan menggunakan transportasi umum sekitar 10 menit dari
Pelabuhan Harbour Bay, 15 menit dari Pelabuhan Batam Center, dan 45 menit dari
Bandara Hang Nadim .