"Honda" ala orang Sumatra
Hello pembaca pada kesempatan kali ini saya
akan berbagi tentang pengalaman ketika saya merantau ke kota Pekanbaru. Kota Pekanbaru adalah ibu kota dan kota terbesar di provinsi Riau, Indonesia.
Kota Pekanbaru merupakan kota jasa Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, serta
dua pelabuhan di Sungai Siak, yaitu Pelabuhan Pelita Pantai dan Pelabuhan
Sungai Duku, merupakan pintu gerbang kota Pekanbaru. Perekonomian Pekanbaru
sangat didukung oleh kehadiran perusahaan minyak Chevron Indonesia, serta
perkebunan kelapa sawit.
Pertama kali saya menginjakan kaki di kota ini,
saya merasa sangat nyaman dengan tata kota dan “traffic” yang jarang macet.
Terlihat kota ini sedang berkembang di tambah pada saat itu provinsi riau
sengan bersiap-siap untuk mengadakan PON jadi sangat banyak pembangunan
gedung-gedung baru dengan asritektur khas Sumatra.
Ada satu hal yang menarik ketika saya berada d
kota ini, pada saat itu saya tinggal bersama manager dan keluarga nya. Salah
satu adik manager saya ada yang menggunakan sepeda motor tapi yang membuat saya
heran adalah semua orang disana memanggil sepeda motor dengan sebutan “Honda”.
Kita tau bahwa “Honda” merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi sepeda
motor Honda di Indonesia. Dari penuturan manger yang asli minag, saya
mendapatkan info mencengangkan bahwa seluruh motor diSerambi Mekah dipanggil
Honda. Ibaratny Honda sudah menjadi kosa kata wajib bagi penduduk Pekanbaru
untuk menyebut kuda besi. Mau sampeyan nunggang JupiterZ, MX, Shogun, Athlete
ataupun SupraX dll pasti disebut nunggang Honda. Hanya saja penekanan huruf “H”
agak hilang menjadi ” Onda”. Tapi tertangkap dikuping tetap Honda. Hal unik
lain adalah mobil. Penduduk disana menyebut mobil sebagai kereta.
Kenapa hal tersebut bias terjadi ? kenapa nama
“Honda” bisa begitu melekat di masyarakat sana ? Menurut saya melekatnya Honda
di masyarakat Sumatra merupakan bukti berhasilan Honda dalam meningkatkan brand
awareness milik mereka dan menjadi Brand top of mind masyarakat Sumatra dan hal
ini sangat mengungtungkan bagi perusahaan untuk di eksploitasi seacara pintar.
Sebagaimana yang kita ketahui dalam meungkatkan
brand awerness, sebuah brand harus mendaptkan sebanyak mungkin kepercayaan dari
pelanggan.
Sebelumnya apakah kamu pernah mendengar istilah
Top of Mind Awarness atau sering di sebut Top of Mind?. Oke kita akan membahas
lanjut menegnai apakah Tof of Mind itu dalam persfektif marketing. Top of Mind,
adalah nama suatu merek atau Brand yang disebutkan pertama kali oleh seseorang,
berada pada posisi yang istimewa. Dalam pengertian sederhana, merek tersebut
menjadi pimpinan dalam benak konsumen tersebut dibandingkan nama merek-merek
lain. Top of mind mencerminkan nilai Mind share dari customer, yaitu mencerminkan kekuatan merek tertentu di dalam
benak konsumen dari kategori produk tertentu. Merek tersebut berada relatif
terhadap merek-merek pesaingnya. Semakin tinggi nilai mind share dari suatu
merek, maka akan semakin kuat merek tersebut.
Menjadi sebuah brand top of mind pada suatu
kategori bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan konsistensi, ushaha yang keras,
strategi promosi khusus dan waktu yang relatif lama bagi suatu brand dalam
mencapai level top of mind di masyarakat. Nama brand yang mudah diingat, pesan
unik yang membedakan brand tersebut dengan brand lain, slogan yang membuat
masyarakat ingat akan brand tersebut dengan mudah, pemilihan simbol yang tepat,
serta repetisi agar konsumen selalu mengingat suatu brand adalah faktor-faktor
yang digunakan oleh Honda dalam mencapai level top of mind tersebut, khususnya
di tanah Sumatera.

