Kamis, 04 Juni 2015

Antara Aku dan Gadget

Saya sudah mengenal gadget sejak duduk di bangku SD, itu sekitar tahun 2003 dan handphone saya saat itu adalan Sony Ericsson T100 yang memiliki fitur telepon dan sms saja. Seiring perkembangan jaman yang begitu pesat terutama dalam bidang teknologi informasi membuat saya tertarik untuk mengikuti perkembangan gadget dan sejak pertama kali mengenal handphone saya menjadi seoarang anak yang gadget freak. Saya selalu ingin mengetahui segala perkembangan yang terjadi di dunia gadget tersebut apalagi ketika saya SMP dimana teknologi camera digital mulai di terapkan pada handphone. Dari yang hanya camera external yang di jual optional secara terpisah dan hanya memiliki kualitas photo dengan ukuran QVGA saja alias 320x240 pixel. Meskipun sangat buram tapi pada saat itu siapapun yang menggunakan handphone dengan teknologi tersebut terlihat wah sekali. Saking tergila-gila nya terhadap teknologi gadget saya sampai membeli dan berlangganan majalah dan koran tentang gadget dan saya selalu baca secara detail apa update fitur terbaru tentang handphone dari jaman ke jaman.


Saat ini fungsi dari handphone tidak sekedar untuk telepon dan sms saja tetapi juga sebagai alat multimedia yang canggih yang memiliki mobilitas tinggi. Setiap perusahaan gadget berlomba-lomba memberikan teknologi-teknologi terbaru yang belum ada sebelumnya. Seperti pada Samsung Galaxy 4 yang di rilis tahun 2013 dengan teknologi Octa core nya serta kecanggihan sensor-sensor nya. Iphone 5 yang memiliki aferture yang kecil sehingga kulitas pencahayaa photo menjadi sangat baik di banding lawan-lawan di kelasnya. Tahun ini setiap vendor sudah merilis handphone-handphone kelas atas mereka dan dengan fitur-fitur yang sudah sangat canggih sangat mumpuni dan di ciptakan untuk memberikan hiburan dan menjadi personal digital asisten kita.


Dulu kebutuhan kita akan pulsa mungkin hanya terbatas di biaya telepon dan sms saja tapi tidak untuk jaman sekarang, kita menggunakan pulsa untuk membeli kuota internet. Karena kecepatan akses yang semakin canggih dan menjadi sangat cepat membuat para pembuat aplikasi pihak ketiga berlomba-lomba menciptakan aplikasi-aplikasi media sosial dimana untuk mengaksesnya membutuhkan kuota yang besar seperti Instagram, Path, Facebok dll. Dab aplikasi media sosial tersebut sangat di gemari di Indonesia dan termasuk saya. Biaya internet yang saya keluarkan setiap bulan saja mungkin sekitar 400rb an. Saya menggunakan media sosial sejak saya SMP dimana waktu itu masih menggunakan Friendster dan sampai saat ini saya masih anteng dengan media sosial dan kalau dihitung-hitung saya sudah mengenal media sosial sudah hampir 14 tahun.


Saya memiliki semua media sosial yang sedang "hits" dari masa ke masa. Dari jaman Friendster, Facebook hingga Path pun saya tidak pernah ketinggalan. Dan dilihat Based on my habbit yang suka posting photo di Instagram dan cek in di path hampir setiap hari saya adalah type conversationalist yaitu mereka yang banyak terlibat dan memulai perbincangan di social network. Tipe konsumen ini rajin mengupdate status facebook, twitter dan social media lainnya. Mereka juga senang berbalas komentar dengan pengguna social network lain. pengelompokan tersebut berdasarkan Social Technographics Profile yaitu pengelompokkan konsumen berdasarkan aktivitas di media sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar